Contoh Menghitung Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor Barang Kiriman

Cara menentukan Nilai Pabean
  • Nilai Pabean diperoleh dari tiga unsur yaitu :
    • Harga barang/FOB (Free On Board) : Harga barang berdasarkan nilai transaksi dalam kondisi persaingan bebas, nilai tersebut bisa dilihat pada Invoice, Bukti Transaksi, Listingpada website penjualan dan lain-lain. Apabila bukan dari transaksi jual beli maka nilai barang akan ditetapkan oleh petugas bea dan cukai sesuai ketentuan yang berlaku
    • Ongkos Kirim : ongkos kirim yang dibayar untuk pengiriman paket tersebut apabila harga barang adalah “free Shipping” maka harga barang tersebut sudah termasuk ongkos kirim
    • Asuransi : 0,5% x (harga barang + ongkos kirim)
  • Apabila FOB ≤ USD 100 maka bebas bea masuk dan pajak dalam rangka impor
  • Apabila FOB>USD 100 maka dikenakan pungutan impor dengan nilai pabean penuh (CIF) sebagai dasar perhitungan
Cara menghitung Bea Masuk
  • Konversikan terlebih dahulu Nilai Pabean yang digunakan untuk penghitungan pungutan impor kedalam rupiah, kurs resmi dapat diperoleh melalui www.beacukai.go.id atau www.kemenkeu.go.id
  • Bea Masuk = tarif BM 7,5% x Nilai Pabean
  • Contoh:
    • Coffee Maker dengan harga USD 101, ongkos kirim USD 30, misal kurs 1 USD = 13.300
    • Maka nilai pabean = Nilai Barang/FOB+ ongkos kirim + asuransi
    • =  USD 101 + USD 30 + 0,66 (dari 0,5% x 131)
    • =  USD 131,66
    • Dikonversikan ke rupiah menjadi :  Rp 1.751.078,00
    • Bea Masuk = 7,5% x Rp 1.751.078,00 = Rp 132.000 (pembulatan dalam ribuan rupiah)
Cara menghitung Pajak Dalam Rangka Impor
  • Pajak            =    Tarif Pajak x Nilai Impor
  • Nilai Impor =    Nilai Pabean + Bea Masuk
  • Pada umumnya tarif pajak adalah: PPN  10% dan PPh 10% (pemilik NPWP) dan 20% (tidak memiliki NPWP)
  • Contoh:
    • Nilai Impor = Nilai Pabean + Bea Masuk = Rp 1.751.078,00 + Rp 132.000,00 = Rp 1.883.078,00
    • PPN = tarif x Nilai Impor = 10% x Rp 1.883.078,00 = Rp 189.000,00
    • PPh = tarif x Nilai Impor = 10% x Rp 1.883.078,00 = Rp 189.000,00 (memiliki NPWP)
    • PPh = tarif x Nilai Impor = 20% x Rp 1.883.078,00 = Rp 377.000,00 (tidak memiliki NPWP)
    • Sehingga total pungutan impornya adalah Rp 510.000,00 (NPWP) Rp 698.000 (non NPWP)