Penting Diketahui Tentang Impor Barang kiriman

Pengertian
  • Kantor Pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal tempat dipenuhinya Kewajiban Pabean sesuai dengan Undang-Undang Kepabeanan.
  • Penyelenggara Pos adalah suatu badan usaha yang menyelenggarakan pos.
  • Barang Kiriman adalah barang yang dikirim melalui Penyelenggara Pos sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang pos.
Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum mendapatkan kiriman pos luar negeri
  • Pastikan bukan merupakan barang larangan.
  • Ketahui terlebih dahulu apakah memerlukan izin Kementerian/Lembaga.
  • Apabila Barang Kena Cukai pastikan tidak melebihi batas
  • Ketahui perkiraan jumlah pungutan impornya.
  • Ketahui jenis kiriman yang digunakan.
Barang-barang larangan melalui barang kiriman pos
  • Narkotika, Psikotropika, Prekursor TANPA IZIN.
  • Kosmetika tanpa izin edar meskipun hanya untuk pemakaian pribadi dan tidak diperjual belikan.
  • Obat Tradisional, Suplemen, Produk pangan olahan selain untuk kepentingan pengobatan atau penyembuhan suatu penyakit.
  • Buku, Majalah, Barang Cetakan Lainnya, dan barang lain yang mengandung unsur pornografi/melanggar kesusilaan.
Barang-barang yang memerlukan perizinan, antara lain:
  • Telepon Seluler, Komputer Genggam, dan Komputer Tablet melebihi 2 (dua) unit per kiriman memerlukan izin dari Kemkominfo.
  • Senjata Api/Angin/Mainan/Replika bagian maupun aksesorisnya, Pedang, Crossbow, Bahan peledak dan Peralatan Keamanan Lainnya memerlukan izin dari Kapolri.
  • Obat, Obat Tradisional, Suplemen dan produk pangan olahan, Alat Kesehatan memerlukan izin SAS dari BPOM/Kemenkes.
  • Hasil atau bahan asal Tumbuhan/Hewan harus dilengkapi dengan Sertifikat Pelepasan dari Balai Karantina.
  • SNI dari Kementerian Perindustrian untuk jenis barang tertentu.
  • Produk tertentu berupa pakaian jadi paling banyak 10 pcs/kiriman, elektronika paling banyak 2 pcs. Lebih dari itu perlu izin Kementerian Perdagangan.
Batas pembebasan Barang Kena Cukai melalui barang kiriman
  • MMEA (Minuman Mengandung Etil Alkohol) : 350 ml
  • Hasil Tembakau : Sigaret 40 batang; Cerutu 10 batang; Tembakau Iris 40 gram
Prinsip dasar pengenaan pungutan impor atas barang kiriman

Ketentuan mengenai besaran tarif
  • Jika menggunakan dokumen CN :
    • Untuk barang kiriman dengan nilai FOB < USD 100, bea masuk dan pajak dalam rangka impor adalah bebas.
    • Untuk barang kiriman dengan nilai USD 100 < FOB < USD 1500 berlaku :
    • tarif pembebanan bea masuk tunggal sebesar 7,5%
    • tarif PPN sebesar 10% dari nilai impor
    • tarif PPh sebesar 10% dari nilai impor jika memiliki NPWP atau 20% bagi yang tidak memiliki NPWP sesuai dengan PMK 34/PMK.010/2017.
  • Jika menggunakan PIBK/PIB :
    • Tarif bea masuk adalah MFN.
    • Tarif PPN sebesar 10% dari nilai impor atau bebas jika memiliki Surat Keterangan Bebas (SKB).
    • Tarif PPh sebesar 7,5% dari nilai impor jika tidak memiliki Angka Pengenal Impor (API), 2,5% dari nilai impor jika memiliki NPWP, atau bebas jika memiliki SKB.
  • Untuk klaim PPh tarif normal kami sarankan Penerima Barang menyampaikan informasi kepada pengirim barang bisa berupa foto NPWP Penerima Barang agar :
    • Disertakan dalam barang kiriman tersebut; dan
    • Dicantumkan nomor NPWP tersebut bersamaan dengan informasi nama dan alamat tujuan pengiriman.
Ketahui jenis Kiriman Pos yang digunakan
  • Tujuannya adalah supaya anda bisa mengetahui dimana proses kepabeanan terhadap barang tersebut dilakukan, dan usahakan gunakan jenis kiriman yang dapat di trace supaya anda bisa memantau posisi kiriman anda.
  • Kiriman pos internasional selain jenis EMS dengan tujuan Jabodetabek Banten, proses lalu beanya dilakukan di Kantor Pos Lalu Bea Pasar Baru, sedangkan untuk jenis EMS dilakukan di Kantor Pos Soekarno Hatta.
  • Perlu anda ketahui bahwa kiriman First Class Mail produk USPS dengan kode nomor tracking dengan awalan huruf L (LJ123456789US atau LS123456789US) merupakan salah satu produk kiriman pos yang tidak dapat ditrace di Pos Indonesia.